IMG-20211215-WA0015

Ngecobar di Cuaca Dingin Temanggung

 

AEPI – Meskipun suhu udara dingin, sekitar 20 derajat celcius, tetapi tidak menyurutkan semangat para ecoprinter melakukan ngeco bareng (ngecobar) di Wana Wisata Wapit, Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (5/12/21).

Para ecoprinter anggota Asosiasi Eco-printer Indonesia (AEPI) yang masuk dalam koordinator wilayah 4 ini merasa bahagia, karena sejak masa pandemi covid-19 baru saat ini bisa bertemu tatap muka dalam kegiatan ngecobar. Acara ini pun masih dalam rangkaian HUT ke-1 AEPI.

“Alhamdulillah acara ngecobar Korwil 4 berjalan sukses dan teman-teman kelihatan gembira sekali,” kata Koordinator Wilayah 4 Jawa Tengah, Rumanti melalui pesan whatsapp.

Rumanti mengatakan, cuaca menyenangkan, tidak hujan. Sehingga peserta ngecobar bisa mencari dedaunan di lokasi. Dan selama menunggu pengukusan ecoprint, diselingi menyanyi dan senam. “Dengan bergerak, bisa menghangatkan tubuh. Karena suhu di sini (Temanggung_red) sedang dingin sekali, ya sekitar 20 derajat,” katanya.

Koordinator Wilayah 4; Retno S dalam acara ngecobar juga menyampaikan bahwa anggota AEPI bisa mengajak teman untuk masuk menjadi anggota AEPI. “Setiap mengikuti kegiata AEPI hati harus senang, jangan menjadi beban,” ujarnya.

Rencana selanjutnya sesuai dengan rencana awal Korwil 4 yaitu Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Purworejo, akan mengadakan pameran. Oleh karenanya setiap anggota harus mempunyai stok produk ecoprint. Sedangkan kegiatan selanjutnya, akan bergiliran di wilayah Korwil 4 lainnya.

Sementara, Sekretaris AEPI Wilayah Jawa Tengah, Pintya Pratesthi hadir pada kegiatan itu. Pintya mengatakan kegiatan ngecobar dilakukan untuk silaturahmi antar anggota dan pengurus. Selain itu juga untuk menggeliatkan ekonomi kembali pasca covid. “Kegiatan seperti ini dapat menambah motivasi sesama ecoprinter dalam berkarya,” kata Pintya.(dew)

 

 

 

 

 

 

 

Posted in

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Hubungi kami