IMG-20220224-WA0113

Pelatihan Ecoprint dan Aksi Tanam Mangrove di Pantai Baros

 

Selasa (22/2) Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI) Divisi Pelatihan AEPI Pusat dan AEPI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan pelatihan ecoprint dan penanaman mangrove bersama Akar Napas, komunitas konservasi mangrove yang terdiri dari anak-anak muda pecinta lingkungan. Penanaman mangrove dilaksanakan di Pantai Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul DIY, sedangkan pelatihan ecoprint digelar di Dusun Baros Tirtohargo, Kretek Bantul DIY bersama penduduk setempat. 

Seperti yang kami kutip dari laman Facebook (FB) Akar Napas, mangrove yang ditanam adalah Sonneratia dan Avicennia yang merupakan hasil budidaya yang berumur 4 bulan lebih. Bibit mangrove Sonneratia yang ditanam oleh AEPI berjumlah 28 bibit.

Mangrove ini juga merupakan mangrove di zona pertama atau garda depan dalam menahan abrasi air laut.

Hadir pada kesempatan ini Sekretaris AEPI Pusat Inen Kurnia dan Divisi Pelatihan AEPI Pusat Arifah, didampingi Ketua AEPI DIY Erna Herawati, Bendahara AEPI DIY Evi, Rinda dan Ima. Hadir juga pengurus AEPI wilayah Jawa Timur Isnawati. Sedang dari Akar Napas hadir Santi, Momok, Awan, Mabat, Afif dan beberapa anggota komunitas yang lain.

“Alhamdulillah di tanggal yang cantik kemarin 22022022 AEPI berkolaborasi dengan komunitas pecinta lingkungan Akar Napas melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di Pantai Baros yang rawan abrasi. Dilanjut dengan pelatihan ecoprint bersama penduduk setempat serta mengeksplore zat warna alam (zwa) dari daun mangrove yang banyak tumbuh di daerah sekitar”. Kata Erna Herawati seperti yang ditulis di grup sosial media whatsapp. (WAG).

Kegiatan kali ini tidak bisa melibatkan semua anggota AEPI, dikarenakan kondisi masih dalam suasana pandemi covid-19 sehingga peserta dibatasi. Jika kondisi sudah membaik akan diagendakan lagi kegiatan tanam pohon dan ngecobar secara massal sehingga akan lebih banyak lagi peserta yang bisa berpartisipasi, khususnya anggota AEPI.

Erna Herawati kepada Tim Multi Media AEPI mengatakan, “Tujuan dari kegiatan ini adalah dalam rangka menyelamatkan daerah yang krisis abrasi dengan cara penanaman pohon dengan tanaman yang pas untuk daerah tersebut. Selain itu juga mengenalkan ecoprint kepada penduduk sekitar pantai Baros.” 

Pelatihan yang dilakukan menggunakan teknik mordant lima menit agar peserta bisa melakukan langsung proses mordant, serta menggunakan daun serta pewarna dari daun mangrove, yaitu Pidada (sonneratia) dan Api Api (Avicenia).

 Dari hasil percobaan yang dilakukan, jenis Sonneratia menghasilkan warna coklat dan Avicenia menghasilkan warna hijau.

“Hijau ini bagus sekali. Saat ini, AEPI juga sedang mencoba mengeksplore jenis mangrove ini untuk dijadikan zwa ecoprint. Jika warna yang dihasilkan bagus, warna ini bisa menjadi favorit, dan para ibu bisa mengolah dan menjual kepada para ecoprinter”. Kata Inen Kurnia dalam diskusinya Bersama Awan Akar Napas melalui whatsapp.

“Semoga stabil warnanya. Nanti kami diskusikan skema dan pengelolaannya bersama ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Keluarga Pemuda Pemudi Baros (KP2B) sebagai pengelola lokal di Baros”. Kata Awan 

Akar Napas dan AEPI memberikan arahan agar daun daun mangrove yang digunakan untuk ecoprint maupun zwa tidak dipetik sembarangan karena ada di daerah konservasi. Mereka berkeinginana kegiatan yang dilakukan bisa menjadi kekuatan ekonomi baru bagi penduduk sekitar di bawah Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Pemuda Pemudi Baros (KP2B).

“InsyaAllah, yang kami lakukan kemarin adalah langkah awal, selanjutnya bisa kita lakukan secara regular. InsyaAllah ini membawa manfaat bagi AEPI DIY khususnya dan komunitas Akar Napas karena kita dalam napas yang sama” tulis Inen Kurnia di WAG AEPI.

Awan, salah satu anggota Akar Napas, yang kami hubungi melalui pesan singkat whatsapp mengatakan, “ Untuk kegiatan penanaman mangrove itu sendiri sudah kami lakukan sejak 4 September 2021. Bahkan ada salah satu anggota kami sudah melakukan riset dan budidaya sejak lama bahkan sebelum komunitas ini dibentuk.’

“Untuk sekarang kita hanya terfokus di Baros saja, karena disana perlu perhatian khusus terutama pemerhati lingkungan karena kerusakan di Baros akibat abrasi sangat parah. Untuk penanaman bersama AEPI memang baru pertama kali, tapi terlepas dari itu kami sudah banyak melakukan penanaman mangrove baik bersama masyarakat, mahasiswa, anak muda dan permerhati lingkungan lainnya.” Lanjut Awan

“Penanaman mangrove memang sudah menjadi rutinitas kami, namun untuk kegiatan ngecobar bersama AEPI sangat seru, saya mendapat ilmu baru, teman baru, untuk perjuangan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, dan saya mewakili rekan rekan Akar Napas mengucapkan terimakasih banyak kepada rekan rekan AEPI.” Kata Awan lagi.

Semoga ke depan AEPI bisa berkolaborasi dengan instansi atau lembaga lain dalm kegiatan pelestarian lingkungan dan menggelar agenda tahunan secara online dengan kegiatan penghijauan serta ngecobar di setiap wilayah.

(Tar)

 

 

 

 

Posted in

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Hubungi kami